Dalam rangka mendukung upaya Universitas Diponegoro untuk menjadi Universitas Riset yang Unggul, Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan Integrated Coastal Zone Management (ICZM) UNDIP dan Coastal Rehabilitation and Mitigation (CoREM) UNDIP menghadirkan akademisi internasional dalam rangka meningkatkan kapasitas penelitian mahasiswa dan dosen. Kali ini, FPIK UNDIP kedatangan Prof. Dr. Tony Hadibarata, pakar lingkungan dari Curtin University, Malaysia, yang menjadi narasumber dalam rangkaian workshop dan kuliah umum selama 21–27 Oktober 2025.
Melalui empat kegiatan intensif, Prof. Tony memberikan panduan praktis mulai dari penulisan proposal, pemilihan jurnal, strategi publikasi, hingga pemanfaatan enzim rekayasa untuk mitigasi polutan baru di lingkungan. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberi gambaran nyata mengenai standar penelitian global.
Direktur ICZM UNDIP, Dr. Aris Ismanto turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Adjunct Professor upaya berkelanjutan untuk menghadirkan praktik akademik terbaik dari level internasional ke lingkungan kampus.
1. Workshop: Proposal Writing for Thesis (21 Oktober 2025)
Sesi pertama difokuskan pada “Proposal Writing for Thesis”, ditujukan bagi mahasiswa sarjana dan magister yang tengah menyiapkan penelitian akhir.
Prof. Tony menyoroti elemen kunci proposal berkualitas, seperti perumusan masalah yang tajam, metodologi yang realistis, serta pentingnya keselarasan antara topik dan urgensi ilmiah. Ia juga membagikan strategi memilih topik yang “feasible namun impactful”, sehingga mahasiswa dapat menyusun proposal yang kuat dan kompetitif.
2. Workshop: Finding the Right Journal and Submitting with Confidence (24 Oktober 2025)
Workshop kedua membahas salah satu tantangan terbesar peneliti muda: memilih jurnal yang tepat dan mengirimkan artikel.
Dalam sesi ini, Prof. Tony menjawab berbagai pertanyaan umum seperti:
-
Bagaimana mencari jurnal yang sesuai dengan topik penelitian?
-
Apa itu jurnal bereputasi (Scopus, Web of Science)?
-
Apa perbedaan open access dan subscription journal?
-
Bagaimana menghindari predatory journals?
-
Apa makna impact factor, CiteScore, dan quartile (Q1–Q4)?
Ia memperkenalkan sejumlah database penting seperti Scopus, JCR, Scimago, DOAJ, dan Google Scholar, dan lain-lainnya sambil memberikan tips menilai kredibilitas jurnal agar peneliti tidak terjebak pada penerbit predatori.
Sesi ini dianggap sangat aplikatif karena langsung menjawab kebingungan mahasiswa dalam proses publishing pertama mereka.
3. Editor Perspective: How to Structure and Publish a High-Quality Scientific Paper (23 Oktober 2025)
Sebagai editor di beberapa jurnal internasional, Prof. Tony memberikan wawasan berharga tentang apa yang dicari oleh editor dan reviewer saat menilai artikel ilmiah. Mahasiswa juga mendapatkan gambaran proses editorial dari “dalam”, termasuk alasan umum artikel ditolak dan bagaimana memperbaikinya sebelum diajukan kembali.
Ia menekankan 11 komponen utama:
- Kebaruan dan Kontribusi Asli (Novelty & Original Contribution)
- Alasan Ilmiah yang Kuat (Scientific Rationale)
- Metodologi yang Kuat dan Reproducible
- Penyajian Data yang Jelas dan Konsisten
- Interpretasi dan Diskusi yang Mendalam
- Alur Logis dan Cerita Ilmiah yang Kuat
- Penulisan yang Profesional dan Jelas
- Signifikansi Ilmiah dan Dampak yang Luas
- Integritas dan Etika Publikasi
- Kepatuhan terhadap Panduan Jurnal
- Reputasi atau Kredibilitas Penulis Lemah
4. Kuliah Umum: Engineered Enzymes for Biodegradation of Emerging Contaminants (27 Oktober 2025)
Kegiatan terakhir membawa peserta pada topik riset mutakhir: pemanfaatan enzim hasil rekayasa untuk degradasi polutan baru (emerging contaminants) seperti obat-obatan, pestisida modern, dan mikroplastik.
Prof. Tony menjelaskan bagaimana rekayasa enzim menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi kontaminan yang sulit diuraikan secara alami. Kuliah ini membuka wawasan mahasiswa mengenai teknologi hijau (green technology) dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan perairan.
Menumbuhkan Budaya Riset di FPIK UNDIP
Rangkaian kegiatan bersama Prof. Tony Hadibarata menunjukkan komitmen UNDIP dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik, strategi publikasi, hingga inspirasi riset berbasis inovasi ramah lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik antara UNDIP dan Curtin University, serta mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri menembus jurnal internasional.
