Dalam rangka meningkatkan kapasitas stakeholder untuk mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir yang terpadu, Tim Center for ICZM Undip bersama IHE Delft dan tim ahli lainnya mempersiapkan seperangkat modul pelatihan. Modul-modul ini nantinya akan ditujukan kepada pemerintah untuk mendukung program capacity building, baik pada tataran level penyusun kebijakan, teknisi, maupun masyarakat sipil, dalam mengelola kawasan pesisir. Ada beberapa tema besar yang diangkat sebagai topik modul, yaitu: (1) Introduction to ICZM; (2) Sustainable Spatial Planning for ICZM; (3) Coastal Project Risk Management; (4) Applied GIS Database for ICZM; (5) Gender and Human Rights in ICZM; (6) Home-Based Enterprises for Coastal Development; (7) Solid Waste Management for ICZM; dan (8) Erosion Mitigation.
Penyusunan modul pelatihan (Workshop of ICZM Training Module Development) dilaksanakan pada tanggal 17 hingga 23 Januari 2022 di Kota Yogyakarta, tepatnya di Ruang Meeting Nakula, The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center. Acara dibuka dengan sambutan dan arahan dari Bapak Wisnu Pradoto selaku Project Manager, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan modul. Workshop ini berlangsung dari jam 09.00 hingga 16.30 WIB setiap harinya. Beberapa ahli bidang ICZM dan peneliti muda turut terlibat dalam penyusunan modul, diantaranya adalah ahli di bidang perencanaan wilayah dan kota, teknik sipil, oseanografi, ilmu politik, teknik industri, maupun teknik lingkungan. Kegiatan ini berjalan dengan efektif dan kondusif hingga selesai.


Pada hari Kamis, tanggal 20 Januari 2022 diadakan pertemuan secara virtual dengan tim ahli dari IHE Delft, Belanda yaitu Erik de Ruijter van Steveninc dan F.X. Suryadi. Dalam pertemuan ini, tim ICZM Undip memaparkan progres penyusunan modul pelatihan untuk kemudian didiskusikan bersama. Tim IHE Delft memberikan beberapa masukan bagi penyusunan modul tersebut. Salah satunya adalah masukan agar modul bersifat lebih fleksibel, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dari peserta pelatihan. Selain itu, penyusunan modul akan lebih baik jika melibatkan rekan-rekan dari Belanda untuk memperkaya substansi modul tersebut.

Meskipun kegiatan workshop tersebut telah selesai, namun penyempurnaan modul masih berlangsung hingga saat ini. Untuk menghasilkan modul yang aplikatif, maka diperlukan pandangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah yang nantinya berperan sebagai penyelenggara, serta expert-expert lainnya.