Sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan wilayah pesisir, Center for Integrated Coastal Zone Management (ICZM) Universitas Diponegoro kembali melaksanakan kegiatan monitoring penurunan muka tanah (land subsidence), dengan judul pengabdian “Pengukuran Elevasi Benchmark di Wilayah POKMASWAS Manunggal Bahari, Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas, Kabupaten Semarang Utara, Kota Semarang untuk Mitigasi Rob”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025, dan merupakan lanjutan dari pengamatan sebelumnya dan dilakukan di dua titik pengamatan, yaitu di area Benchmark BMKG Semarang dan wilayah Tambakrejo.

Monitoring ini dilakukan secara kolaboratif antara ICZM UNDIP, Departemen Oseanografi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, Stasiun Meteorologi BMKG Semarang, dan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Manunggal Bahari Tambakrejo. Metode pengukuran dilakukan dengan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), yang mampu memberikan hasil presisi tinggi terhadap perubahan elevasi tanah secara vertikal.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa area di sekitar benchmark BMKG mengalami penurunan muka tanah sebesar 12 cm dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sementara itu, penurunan di wilayah Tambakrejo tercatat mencapai 6 cm dalam periode yang sama. Data ini memberikan gambaran bahwa kawasan pesisir Semarang masih berada dalam tekanan tinggi akibat beberapa faktor alamiah dan antropogenik, termasuk eksploitasi air tanah dan beban infrastruktur.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Aris Ismanto, S.Si., M.Si., selaku Direktur ICZM UNDIP dan Ketua Tim Pengabdian. Dalam keterangannya, beliau menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk mendukung perumusan kebijakan adaptif dalam menghadapi risiko penurunan muka tanah dan dampaknya terhadap masyarakat pesisir.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan masyarakat ini menjadi wujud sinergi multipihak dalam mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berketahanan iklim dan berbasis bukti.